Jumat, 04 November 2011

tugas 1 softkill



1. PENGERTIAN ILMU
Ilmu secara etimologi berarti tahu atau pengetahuan. Ilmu dalam bahasa Arab “Alima-ya’lamu”. Sinonim yang paling akurat dalam bahasa Yunani adalah epitisteme. Sedangkan secara terminology ilmu atau science adalah semacam pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri,tanda-tanda dan syarat-syarat tertentu. Menurut ensiklopedia pengertian ilmu adalah suatu system dari berbagai pengetahuan yang masing-masing mengenai suatu lapangan pengetahuan tertentu,yang disusun sedemikian rupa menurut asas-asas tertentu,sehingga menjadi kesatuan suatu system dari berbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan memakai metode tertentu (induksi, deduksi).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ke-3,terbitan Balai Pustaka,Jakarta,2001,Ilmu artinya adalah pengetahuan atau kepandaian. Dari penjelasan dan beberapa contoh,yang dimaksud pengrtahuan atu kepandaian tersebut tidak saja berkenaan dengan masalah keadaan alam tetapi juga ‘kebatinan’dan persoalan-persoalan lainnya. Kata Ilmu sudah digunakan masyarakat sejak ratusan tahun lalu. Di Indonesia,Ilmu bahkan sudah dikenal dengan kata-kata lain misalnya kecakapan,ajaran,kawikihan,widya dan lain-lain. Sejak seribu tahun yang lampau nenek moyang bangsa kita telah menghasilkan banyak macam ilmu, contohnya kalpasastra (ilmu farmasi),supakasastra (ilmu tataboga),jyotisa (ilmu perbintangan),wedastra (ilmu olah senjata),yudanegara atau niti (ilmu politik),wagmika (ilmu pidato),sandisutra (sexiology),dharmawidi (ilmu keadilan) dan masih banyak lagi yang lainnya.
Syarat-syarat ilmu
·       Ojektif
Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya,tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada,atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek,yang dicari adalah kebenaran,yakni persesuaian antara tahu dengan objek,sehingga disebut kebenaran objektif. Bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
·         Metodis
Upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensinya,harus ada cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari bahasa Yunani “Metodos” yang berarti:cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
·         Sistematis
Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek,ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
·         Universal
Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180ยบ,karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar keumuman (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial,harus tersedia konteks pula.
Klasifikasi Ilmu
Klasifikasi Ilmu pengetahuan dibagi atas 3 macam yaitu :
a.       Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu Alamiah Dasar sering disebut ilmu pengetahuan alam (Natural Science) yang merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta,termasuk di muka bumi.Sehingga,berbentuk konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.Bisa juga disebut Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Natural Science timbul lebih dahulu dari kedua ilmu pengetahuan yang lain.Adapun sebabnya berhubungan erat dengan objek ilmu itu sendiri.Objek daripada ilmu ini adalah kenyataan panca indera.Objek kedua ilmu yang lainnya,tidak dapat mengetahui panca indera.Ilmu Pengetahuan Alam terbagi atas:
·         Fisika              :mempelajari benda tak hidup dari aspek wujud dengan perubahan yang bersifat sementara.
·         Biologi            :mempelajari mahluk hidup dan gejala-gejalanya.
·         Zoologi           :mempelajari tentang hewan.
·         Kimia              :mempelajari benda hidup dan tak hidup dari aspek menurut susunan materi dan bersifat tetap.
·         Botani             :mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan.
b.      Ilmu Sosial
Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari semua aspek kemanusiaaan yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya.Bisa juga disebut Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).Ilmu pengetahuan Sosial terbagi atas:
·         Sosiologi         :tentang  tingkah laku sosial dalam berorganisasi di masyakat.
·         Ekonomi         :tentang produksi,tukar menukar barang dalam lingkup rumah tangga maupun perusahaan.
·         Sejarah            :tentang pencatatan peristiwa yang terjadi di suatu negara ataupun individu.
·         Psikologi         :tentang mental dan tingkah laku manusia.
c.       Ilmu Budaya
Ilmu Budaya adalah ilmu yang mempelajari dasar-dasar pengetahuan untuk memberikan pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.Bisa disebut juga Humanitarian Science.Yang termasuk humanitarian science adalah etika,sastra,kebudayaan dll.
Perbedaan ilmu alamiah,ilmu sosial dan ilmu budaya:
 Ilmu alamiah lebih menekankan tentang gejala-gejala alam semesta.
 Ilmu sosial menekankan tentang hubungan interaksi antar sesama manusia.
 Ilmu budaya lebih menunjukan konsep masalah-masalah manusia.
2.Teori terjadinya Alam Semesta
A.    Asal mula terjadinya alam semesta
                                                        i.            Pengertian alam semesta
Alam semaesta adalah suatu ruangan yang maha besar yng didalamnya terdapat kehidupan biotik dan abiotik,serta terjadinya segala peristiwa alam baik yang dapat diungkapkan atau pun yang tidak dapat diungkapkan.
                                                      ii.            Teori mengenai alam semesta
Melihat kenyataan bahwa planet-planet bergerak mengelilingi matahari dengan orbitnya yang berbentuk elips dengan arah peredaran yang sama yaitu berlawanan arah jarum jam jika melihatnya dari kutub utara,ternyata arah revolusi planet-planet dan satelitnya yaitu arah negative.Ini berlawanan dengan yang kita amati dibumi.Adanya realisasi yang demikian membuat para ahli berkesimpulan bahwa tata surya terbentuk dari material yang berputar dengan arah yang negative.Hal ini kemudian memunculkan beberapa teori  tentang terjadinya tata surya sebagai berikut:
·         Teori Kondensasi (Pengetalan)
Hipotesis ini dikemukakan oleh ahli fisiologi Jerman, Immanuel Kant pada tahun  1755. Menurut hipotesis ini, matahari dan planet-planet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin dari dalam jagat raya. Karena putaran kabut tersebut, sebagian dari massa kabut tersebut lepas, membentuk gelang-gelang sekeliling bagian utama gumpalan kabut tersebut.Pada gilirannya, gelang itu membentuk gumpalan-gumpalan dan akhirnya membeku menjadi planet-planet, bulan, dan satelit-satelit planet lainnya.
·         Teori Planetesimal
Hipotesis ini dikemukakan oleh  T.C Chamberlain (ahli geologi) dan F.R Moulton (ahli astronomi).Teori ini menyatakan bahwa planet berawal dari kabut pijar yang terdapat material padat berhamburan saling tarik-menarik dan membentuk gumpalan besar.
·         Teori Pasang Surut Bintang
 Hipotesis ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys dari Inggris pada tahun 1917.Teori ini mengemukakan bahwa pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut akibat gaya tarik bintang besar yang melintas sehingga membentuk tonjolan seperti cerutu, kemudian terputus membentuk tetesan raksasa dan membeku menjadi planet-planet.
·         Teori Vorteks dan Protoplanet (Teori Modern) Teori modern ini pada dasarnya berawal dari hipotesis kabut Kant dan Laplace tahun 1940. Teori Vorteks dikemukakan oleh Karl Von Weiszacker,menurut Weiszacker nebula (kabut) terdiri atas vorteks-vorteks (pusaran-pusaran) yang merupakan sifat gerakan gas.Gerakan gas dalam nebula menyebabkan pola sel-sel yang bergolak (turbulen). Pada batas antar sel turbulen, terjadi tumbukan antar partikel yang kemudian membesar dan menjadi planet. Teori Protoplanet dikemukakan oleh Gerard P. Kuiper,menurut Kuiper planet terbentuk melalui golakan (turbulensi)nebula yang membantu tumbukan planetesimal,sehingga planetesimal membesar menjadi protoplanet dan kemudian menjadi planet.
                                                        i.            Asal mula terjadinya alam semesta menurut Al quran
Proses terjadinya alam menurut Al-Qur’an ialah sebagai berikut : 1. Allah SWT menjelaskan dalam Al-Qur’an yang artinya“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap … “ (Q.S.Fushilat : 11). Ayat tersebut jelas menunjukkan bahwa langit pada mulanya berupa asap,dengan demikian tidak mustahil apabila bumi dahulunya berasal dari asap atau gas juga. Mengingat bumi asalnya bersatu dengan langit. 2. Didalam Al-Qur’an juga diterangkan yang artinya“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya atau kah langit? Allah telah membinanya,Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya. Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang.Dan bumi itu dihamparkan-Nya" (An-Nazi'at Ayat 21-30). Ayat-ayat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tatkala langit belum disempurnakan. Belum ada siang dan malam,maka bumi belum terhampar. Dengan demikian mungkin ia masih labil,cair dan belum menentu wujudnya. Dan mungkin tidak rata,benjol-benjol sekali,tetapi setelah langit disempurnakan segala sesuatunya, dan siang malam diadakan, maka jadilah bumi ini terhampar karena pengaruh hal tersebut. 3.Mitos           
Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi  oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia  lain (kahyangan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita. Mitos juga disebut Mitologi, yang kadang diartikan Mitologi adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan bertalian dengan terjadinya tempat, alam semesta,paradewa, adat istiadat, dan konsep dongeng suci. Mitos yang akan saya ambil tentang Legenda asal usul padi.
Padi penghasil beras yang kita makan sebagai nasi itu juga mempunyai legenda. Dari mana asal-muasal padi itu, tidak ada pakar dan ilmuwan modern yang mengetahui dengan pasti. Ada yang menduga berasal dari lembah Sungai Gangga di India, dan ada yang mengatakan berasal dari lembah Sungai Yangtze, Cina. Tetapi sebelum orang Hindu dan Cina datang ke Indonesia, orang Jawa kuno sudah lama bertanam padi. Dari mana asal tanaman ini di Pulau Jawa?
Nenek moyang kita dari Jawa Tengah mempunyai legenda asal-usul padi Jawa yang unik. Kata yang empunya cerita, Batara Guru di Kompleks Kahyangan sana pada suatu hari menciptakan seorang putri yang luar biasa cantiknya sampai Batara itu sendiri jatuh cinta pada hasil ciptaannya.
Tetapi Sang Putri menolak lamarannya selama tiga jenis mahar tidak dipenuhi. Yaitu makanan yang tidak membosankan, baju yang tidak bisa usang, dan gamelan yang bisa main kelenengan (kelontangan) sendiri. Batara Guru mengutus pengacaranya,Kala Gumboro ke bumi untuk mencari tiga barang itu. Tetapi utusan ini malah jatuh cinta pada Dewi Sri, istri Batara Wisnu. Suami Dewi ini begitu berang sampai menyulap Kala Gumboro menjadi celeng (babi hutan), supaya tidak bisa mengganggu istrinya lagi.
Sementara itu, Batara Guru di Kahyangan sana tidak sabar menunggu celeng. Ia menyesal, ketika mendekati Putri ciptaannya, Putri ini mendadak sontak meninggal, karena kaget disentuh tangannya. Putri kemudian dikebumikan dengan nama anumerta Dewi Tisnawati. Empat puluh hari kemudian muncul sinar yang sangat cemerlang di makamnya. Sinar gaib ini menumbuhkan berbagai tanaman aneh yang bermanfaat. Kelapa di tempat kepala,padi dan aren di tempat tubuh,buah-buahan di tempat tangan dan umbi-umbian di tempat kaki.Sementara itu,dalam bentuknya sebagai celeng,Kala Gumboro masih saja mengganggu Dewi Sri.
Dewi ini begitu sebal sampai berdoa khusyuk, memohon kepada para dewa untuk membebaskannya dari bumi. Kemudian muncul tanaman ajaib yang sama dengan tanaman di makam Dewi Tisnawati. Padi di makam ini khusus untuk dibudidayakan di tanah kering, dan yang tumbuh di makam Dewi Sri untuk sawah.
Batara Wisnu dan Dewi Sri kemudian menjelma menjadi pasangan raja dan ratu manusia yang mengemban tugas mengajarkan kepada rakyat tentang cara bertanam padi dengan baik dan benar. Menanam padi bukan pekerjaan sembarangan,tetapi tugas sakral yang memberi kesejahteraan hakiki kepada umat manusia. sumber : http://www.aguschandra.com http://harissfadilah.wordpress.com http://wikipedia.com http://sentra-edukasi.com
                                                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar